Jalan-jalan ke Kampus

Halo Februari!
Tidak terasa sudah berjumpa dengan bulan ini lagi. Setahun lalu, Februari 2020, adalah salah satu masa yang cukup dikenang dalam hidup. Saat itu, aku resmi diwisuda, kemudian aku dapat ijazah dan jadi sarjana, untung saja belum ada Corona masuk ke Indonesia.

Sudah hampir satu tahun aku tidak mengunjungi kampus.
Ada dua sebab, pertama karena emang udah diwisuda, jadi tidak ada kepentingan apapun ke sana. Kedua, di bulan selanjutnya pada tahun itu (Maret 2020), virus Covid-19 untuk pertama kali masuk ke Indonesia. Praktis, melumpuhkan segala pergerakan yang ada. Dampaknya, yang kuliah menjadi pindah ke rumah masing-masing. Kampus jadi sepi.
Aku juga (saat itu) takut mau jalan-jalan kemana-mana, termasuk ke kampus.

Namun, itu adalah saat itu. Sekarang adalah saat ini. Aku sudah tidak takut lagi mau jalan-jalan.
Jangan ditiru, yaak! Wokwkwk.

Beberapa hari yang lalu, temanku mengajak ke kampus. Ada berkas yang belum kami ambil, orang administrasi di Fakultas tempatku belajar, sudah mewanti-wanti kami agar segera mengambil berkas tersebut. Jangan buat kami pusing, dek!
Berkas apa yang hendak diambil? Namanya SKPI; Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Noh, lihat. Ijazah aja udah ada pendampingnya, kamu gimana, mblo!

Sumber : unsri.ac.id

Oke lanjut.
Kembali ngomongin kampus. Kampusku terletak di luar kota. Jaraknya sekitar 40 km dari rumah. Apakah itu jauh atau dekat? Relatif sih.
Ketika masa awal-awal kuliah, dari rumah aku berjalan kaki dahulu sampai ke depan gang, kemudian naik angkot. Setelah sampai di sebuah lampu merah, turun di sana dan melanjutkan perjalanan naik bus. Bus akan mengantarkan sampai ke depan fakultas (bus nya masuk ke dalam kampus). Oh yaa, bus baru akan berangkat apabila penumpang sudah penuh. Tidak seperti angkot yang langsung jalan saja walaupun penumpangnya sepi.

Jadi, total waktu perjalanan dari rumah menuju kampus sekitar satu setengah jam (kalau sedang tidak beruntung, bisa dua jam). Dan pulang dari kampus ke rumah juga juga butuh total waktu yang relatif sama. Artinya, pulang-pergi di perjalanan bisa memakan waktu tiga  jam setiap hari. 

Bagaimana dengan ongkos? Untuk pergi naik angkot seharga Rp 4.000, ditambah ongkos bus seharga Rp 8.000. Sama dengan Rp 12.000.
Maka, total pulang-pergi memakan biaya transportasi sebesar Rp 24.000. Ibuku hanya memberi uang jajan Rp 25.000, hanya sisa Rp 1.000 yang cuma cukup buat beli rokok sebatang.
Kenapa malah jadi curhat.. -_-

Rute dari rumah menuju kampus.

Ini adalah peta perjalanan dari rumahku menuju kampus, cukup jauh memang.
Bisa terlihat dari perbedaan kepadatan penduduk. Yang ramai dengan bangunan, tentu saja wilayah Kota Palembang, sedangkan daerah yang masih hijau adalah wilayah kabupaten tetangga. Kampusku terletak di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir,
Di sebelah timur, tenggara, barat hingga ke utara Kota Palembang merupakan wilayah milik Kabupaten Banyuasin, sedangkan di barat ada wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Bahkan, karena letak kampus kami yang dianggap "terpencil" oleh sebagian orang, muncul anekdot seperti ini.
Kampus lain mau bangun hutan di tengah kampus. Kampus kita, bangun kampus di tengah hutan.
Tapi, ini cuma dalam rangka bercanda doang kok. Kalo Pak Rektor baca tulisanku, jangan dianggap serius yaa, pak! Hehee..

Well, kalimat jokes tadi bisa jadi beneran, loh. Mungkin mengarah ke sarkastik.
Di kampus kami masih banyak hewan liar. Babi hutan, ular, monyet, kadal (bukan kadrun alias kadal gurun, wqkwk) hingga cebong berkeliaran. Ini adalah hal yang biasa. Namun, tidak di semua area ada hewan-hewan tersebut. Hanya terdapat pada area yang memang masih berbentuk hutan, tidak ada gedung bangunan. 

Babi hutan masih sering berkeliaran di daerah hijau, hiihi..

Kalau kamu lihat dari gambar ini, kampusku cukup luas, kan. Menurut Rektor (beliau bilang saat kami Ospek hari pertama), kampus kami adalah kampus terluas se-Asia Tenggara. 712 hektar luas areanya.
Namun, sebagai info, ketika aku cek di Google, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di Johor Bahru, Malaysia punya area yang lebih luas. Lebih dari 1.200 hektar.

By the way, sekarang kampus kami sudah bisa dikatakan tidak lagi terpencil. Tepat di gerbang belakang kampus, sudah ada gerbang Tol Trans Sumatera. Perjalanan dari gerbang Tol Indralaya ke gerbang Tol Palembang hanya memakan waktu 15 menit.

Jadi, inti dari postingan kali ini adalah aku hanya ingin sedikit berbagi gambar yang diambil dari dalam area kampusku. Banyak foto lama, sih. tapi tak apa lah yaa.
Cekidot..

Ikon baru di kampus, belum lama dibangun. Rasanya, baru sekitar 3 tahun yang lalu.

Bumper alias Bumi Perkemahan.Tempat dimana mahasiswa kalau mengadakan acara outbond di sini. Pernah ada yang tenggelam dan meninggal di kolam itu.

Mustek alias Musholla Teknik.

Graha Batubara, salah satu gedung yang ada di Fakultas Teknik.
Gedung kuliah milik Teknik Geologi.

Terminal bus yang ada di dalam kampus. Bus ini mengantarkan kamu dari dan menuju Palembang.
Sopirnya sering balapan dan ugal-ugalan di jalan, haha.

Foto tahun 2016, saat semester 2

Foto tahun 2020, saat Yudisium.
Terlihat tugu yang sudah diperbarui dan gedung di belakang sudah dicat ulang.

Terima kasih sudah membaca..


Share:

61 komentar

  1. Wah unsri, dulu cuma pernah tau nama ini gara-gara ada jurusan pertambangan (kayaknya si, aku lupa). Tapi jarak rumah ke kampus cukup jauh menurutku kak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, bener. ada jurusan teknik pertambagannya mbak..

      Hapus
  2. Kalau ga salah Unsri itu masuk salah satu kampus terluas di Indonesia, kan ya?
    Saya pernah main ke Unand, itu aja udah luas banget. Gimana dengan Unsri, ya... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener mbak, katanya sih gitu hehe.
      Ntar aku edit deh, tambahin keterangan di sana hiihi

      Hapus
  3. Wow... kamu alumnus Unsri yah.. setau aku ini kampus luas banget... heheh.. malah kayanya nomor 1 se Indonesia..

    Emnk senang yah Do. Jalan2 ke kampus lama.. saya juga kalau main Ke Semarang sebisa mngkin cari penginapannya yah dekat2 kampus biar enak bisa main ke jurusan.. Say Hi. Ke dosen2... atau ke adik2 kelas sok akrab.. hihib🙄😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, tapi sayangnya saat itu ga bisa say hi atatu helo ke para dosen atau adik tingkat. Tidak ada kegiatan belajar mengajar di sana, semua pada online nih hiiihi

      Hapus
  4. eh indralaya itu yang ada stasiun kereta apinya kan mas ya
    enak banget si tapi mas ada terminal busnya
    kampus saya dulu harus jalan kaki 1 km buat naik angkot huhu
    pas olimpiade dulu pernah ketemu sama anak unsri tapi FMIPA
    rajin rajin si aku liatnya engga kayak aku hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, ada Kertalaya mas..
      waah keren nih anak olimpiade ya

      Hapus
  5. ajak aku ke sana kak, main main ke dalam kampusnya, biar berasa jadi anak mahasiswa Unsri
    jauh juga ya dari rumah ke kampus, lumayan juga ada transportasi bis khusus mahasiswa seperti ini. Dulu di kampus aku nggak ada bis umum yang biasa digunakan untuk mahasiswanya, kebanyakan banyak yang bawa motor, atau jalan kaki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii mbak Ainun, ayook kapan kapan ke Palembang deh, nanti aku ajak ke unsri hiiihi

      Hapus
  6. Udah setahun lbh ga kesana, pasti rasanya seneng bgd bs mengunjungi kampus tercinta ya Mas Dodo.. Luaas yaa, beda sama kampusku dulu yg seuprit doang, seperempat Unsri aja kayaknya ga ada 😆
    Aku ngakak yg bagian jokes tntng hutannya 🤣 Jadi bener2 kaya ditengah hutan gt ya? Kirain Mas dodo sekalian bakal upload foto2 sama monyet n hewan2 hutan yg katanya disekitar situ mas 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiiihi, belom sempat berfoto udah kabur duluan takut diseruduk babi mbak :D

      Hapus
  7. Jadi bagaimana rasanya mas, kembali ke kampus setelah setahun lewat? Hihihi, apa kampusnya sepi yaaa, karena online semua sekarang sejak Pandemi Corona? 😁

    By the way, 40km menurut saya jauuuuh apalagi kalau harus setiap hari PP ke sana, lumayan itu pegalnya. Semisal naik motor mungkin sejam ya, tapi jika naik bus seperti yang mas Dodo bilang, wah PP 3 jam bisa encok badan 😂 Salut sama mas Dodo yang nggak kenal malas, tetap kejar pendidikan sampai kelar 😍

    By the way, pernah kejadian nggak mas, binatang masuk wilayah kampus mas? 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiiihi, yaa gitu deh saat awal awal jadi mahasiswa emang rasanya kek encok Wkwkek.. Tapi lama lama udah biasa... Dan do akhir2 masa kuliah, akhirnya emang aku naik motor ke kampus dan bener. Sekitar 1 jam perjalanan sih.

      Dan untuk binatang nya itu emang ada di area di dalam kampus loh mbak. Hiihi. Hutan semak belukar emang masih banyak di dalam kampus kami hiiihi

      Hapus
  8. Wkwk aku jadi ketawa sendiri baca kalimat jokesnya. Beneran itu masih ada babi hutan di area perhutanannya? 😱 Leh uga 😂. Apa babinya suka masuk ke area kampus?
    Kampus Dodo luas banget areanyaaa! Jarak dari rumah Dodo ke kampus bisa terbilang jauh menurutku 😂 soalnya itu hampir mirip jarak dari rumahku pulang-pergi ke Monas (kurang lebih), jadi aku bayanginnya jauhhh sekali jarak Dodo ke kampus 😂 salut euy sanggup menempuh jarak sejauh itu demi menuntut ilmu 💪🏻 kerennn!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa, beneran asli itu ada babi hutannya, aku pernah ketemu looh mbak :))

      Hapus
    2. Ahaha ... kok serem ada babi hutan di kampus. Menyerang orang nggak?

      Hapus
  9. aku baca bagian anekdotnya kok....agak mesem mesem gini ya...sama soalnya dengan alumni kampus mbak mbul hehehhe...iya tapi sekarang kampus dodo uda ga terpencil lagi...kalau kampus aku masih

    dan...satu lagi yang bikin aku pengen tawa...itu kok kembalian cuma seribu buat onkos transpot do...aku jadi ngguyu deh hahahhaha

    mong omong dodo tinggi ya hehehe

    BalasHapus
  10. aduh seru banget jalan-jalan ke kampus yang luas banget seperti kampusnya Dodo.ada selingannya ya, lagi santai tiba-tiba ada babi atau monyet masuk ke kampus, pernah gak? wkwkwkk. Terus tersedia bus kampus nya juga, hm...saya sedikit iri, pengin ngerasain keliling kampus pake bis kayak gitu. kalo kampus saya dulu karena di tengah kota Jakarta, jadi gak ada bis kampus, dan memang kampusnya juga gak besar-besar banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo monyet sering lohat di deket pohon yg ada di lab mbak hahaa, serem jg, takut diganggu gue hehaaaa

      Hapus
  11. Itu kenapa wajah di foto pake ditutupin warna biru, Dodo? Wkwkwkwkwk :D Keren banget donk lulusan Unsri :D Luas banget arean kampusnya..kayak UI. Ada bus kuning juga. Jauh loh jarak adri rumahmu ke kampus. Namnya juga menggapai cita2 ya Do. Mantap deh kenangan kampusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wajah disensor demi kepentingan privasi, biar aman dari para fans #eaakk

      Hapus
  12. Wow total 3 jam dalam perjalanan, lumayan tuh, tapi sekarang udah ada Trans ya, yg menghemat waktu perjalanan.

    Fotonya sebagian bercoret sebagian pakai obat nyamuk, keren kalau dipakaikan obat nyamuk semua Mas 🤣

    BalasHapus
  13. kiranya ini rindu sama campus ya mas������ saya pun dah lama tinggalkan campus. walaupun rumah dan campus dalam area kuala lumpur tapi disebabkan jarak yang jauh dan kekangan masa saya hanya mampu lihat dari jauh sahaja��

    BalasHapus
  14. menjawab soalan: TERIMA KASIH DAUN KELADI adalah pantun 2 kerat yang sering digunakan sebagai penyedap rasa ungkapan selain ucapan terima kasih. ada banyak versi untuk pantun ini. contoh: TERIMA KASIH DAUN KELADI, KALAU SUDI DATANG LAGI. TERIMA KASIH DAUN KELADI, KALAU BOLEH SAYA MAHU LAGI. etc. bukan saya terima hadiah daun keladi atau lain2.��

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata pentun dua kerat yaa kak Anies. Baru tahu saya, terima kasih banyak informasi nya

      Hapus
  15. lumayan ya jarak tempuhnya satu jam, kalo kesiangan bisa berabe juga.. jangan sampai telat ya mas, semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, semagat. tapi alhamdulillah nya udah kelar dong kuliahnya hehee

      Hapus
  16. ya, waktu cepat berlalu.
    lumayan jauh kampusnya dari rumah... kampusnya lumayan asri.
    mantap

    BalasHapus
  17. Jauh juga ya jarak dari rumah ke kampus, 40 km. Naik angkot disambung naik bus yg masih ngetem lagi, kalau penuh baru berangkat.
    Oouw .. what?? Aku kaget di area kampusnya Dodo masih ada babi hutan, ular dan mongkey? Pernah nggak ada kejadian mahasiswa di kejar hewan-hewan liar tsb?
    Area kampusnya luas banget ya? Syukurlah sekarang di dekat kampus sudah dibangun gerbang tol trans Sumatra jadi sudah ramai..

    BalasHapus
  18. Aku baru tau dari sini kalau luas kampus Unsri terluas di Indo.
    Mungkin dari gerbang utama untuk ke satu lokasi gedung fakultas, disediakan minibus mahasiswa kali ya ?.

    Itu foto terakhir kenapa sih di cat biru, Do ?.
    Permintaan dari sponsor catkah buat nunjukin contoh warna, hihihi ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru ada akhir akhir ini, sebelumnya sih berjalan kaki atau naik angkot.
      iya, kami naik angkot dari satu fakultas ke fakultas lain hahahaa

      Hapus
  19. wadoooww ngeri uga kalo tiba-tiba papasan sama hewan-hewan hutan ituu 😅😅😅
    Itu perjalanannya lama uga yaak 40km... Tua di jalan jadinya 🤣🤣🤣

    Terus kampusnya buset dah luas benerrr... Kalo kelasnya antar falkutas kaya Teknik Industri cape uga ya pindah kelasnya hahaha

    BalasHapus
  20. Itu kenapa fotonya di blur warna biru wajahnya mas Dodo, apa takut barang kali ketahuan sering mangkal.😂

    Lumayan jauh juga ya 40 km, perjalanan bisa sejam setengah atau malah tiga jam kalo bisnya mogok di tengah jalan, untunglah sekarang ada tol trans Sumatera jadinya naik motor bisa lebih cepat ya, paling hanya setengah jam kalo ngebut 100 km per jam.🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo om Agus, apa kabar. Sudah lama tidak online yaa. Akhirnya muncul kembali nih hiiihi

      Hapus
  21. Salut dengan perjuangan Mas Dodo menyelesaikan kuliah. Sebelas dua belas dengan pertarungan saya (Era 60-an) melawan kondisi yang tidak bersahabat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah tahun 60-an yaa bu. Tahun segitu aja orang tua saya belum lahir haha

      Hapus
  22. Jauh banget itu, Dooooo 😭. Mana pulang-pergi dari rumah pula. Gak bisa bayangin aku gimana capeknya kamu dulu waktu kuliah, Do. Salut banget aku sama kamu. Kalau aku sendiri yang kuliah sejauh itu, mungkin aku lebih milih ngekos aja daripada harus perjalanan jauh nyaris tiap hari.🥺

    Ngomong-ngomong bagian gambar Buper itu entah kenapa aku ketawa. Harus banget ya, Do, diceritain kalau ada yang pernah meninggal di kolam itu?? Duh, mana aku ketawa lagi, seharusnya kan sedih bacanya.😔

    BalasHapus
  23. Liat foto kolamnya, wah cakep.
    Pas baca deskripsi fotonya, busyet!!! Ada yang mati tenggelam dong.

    BalasHapus
  24. waaaw, itu mas Dodo tiap hari pp?😱
    perjuanganmu luar biasa mas. apalah aku yang jarak kampus ke rumah 20km dan sempet minta ngekos 😬

    btw, ngomongin kampus aku juga udah lama bet nggak ke kampussss huhhu rindu jaman kuliah jadinya. semoga cita-cita lanjut kuliah bisa tercapaaaiii. aamiin paling seriuusss 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, bener. PP. Awalnya sih pengen nge-kos, tapi ga dikasih izin sama orang tua, mbak hehehe...

      Hapus
  25. Kampus psati selalu menyimpan banyak kenangan ya ... ada bahagia tersendiri kalau bisa main lagi ke kampus setelah wisuda :D

    BalasHapus
  26. akkkk jadi ikutan mikir, kapan ya terakhir ke kampus tercinta???

    kayaknya so ages deh hahaha, bener juga alasannya, buat apa ke kampus :D ehtapi setelah ta inget2 lagi, mungkin mau deh nostalgia makan nasi krengsengan yang uenak bangets.

    btw, jauh juga ya kampus kamu, Do. Tapi kalau ada transport yang masuk ke kampus, ngebantu banget lah ya, setiap hari jadi penuh petualangan kan yes :D

    jadi kira2, setelah ke kampus setahun kemudian, ada perubahan apa di sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. perubahannya, kini sudah banyak tersedia tempat cuci tangan :D

      Hapus
  27. Wah bener banget bang, awal kali keterima di unsri dan datang ke unsri udah ngeliat monyet bergelantungan di pohon arah rusunawa unsri sempat kaget dan bingung ini kampus apa hutan. Maklum awal dulu saya mengira bakal kuliah di unsri Palembang ternyata malah di unsri indralaya (dulu cman tau unsri itu di Palembang).
    Benar sih rindu pasti saya aja yang belum lulus masih rindu dengan kampus unsri tercinta, apa lagi abang yang sudah lulus, semoga rindu dengan unsri terobati setelah main ke unsri bang.

    BalasHapus
  28. Wah bener banget bang, awal kali keterima di unsri dan datang ke unsri udah ngeliat monyet bergelantungan di pohon arah rusunawa unsri sempat kaget dan bingung ini kampus apa hutan. Maklum awal dulu saya mengira bakal kuliah di unsri Palembang ternyata malah di unsri indralaya (dulu cman tau unsri itu di Palembang).
    Benar sih rindu pasti saya aja yang belum lulus masih rindu dengan kampus unsri tercinta, apa lagi abang yang sudah lulus, semoga rindu dengan unsri terobati setelah main ke unsri bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heee..setujuu dan semangat kali nih, sampe dua kali komennya:D

      Hapus
  29. Gile gile... Wah aku jadi kangen juga sama kampus sendiri :(
    Tahun ini ato mungkin tahun depan lulus. Amin. Tapi aku gamau wisuda onlen :((

    BalasHapus
  30. Be bdk unsri. Tidak disebutkan kah antum berangkat ke unsri bareng sapa ewqwqkq

    BalasHapus
  31. Aaahh terakhir ke Kampus UNDIP sudah belasan tahun yang lalu. Melawati kampus UNSRI Indralaya justru baru2 ini.

    Btw, saya pernah terpikir utk memilih UNSRI biar dekat keluarga, tapi demi kemandirian malah 'nembak' yg di Jawa semua. Makasih lho turnya Jd lebih tau seandainya dulu jd masuk kira2 gimana

    BalasHapus