Pencitraan Jilid Dua; Buku yang Aku Baca di Tahun 2020

 

Beberapa hari ke belakang, rumahku sedang direnovasi. Maka buku-buku yang ada di rumah sedang tidak ada di rak buku seperti biasa. Begini penampakan buku milikku, mon maap kalo agak berantakan karena kondisi rumah yang memang lagi seperti ini. Ehehe.


Tapi, mari fokus ke judulnya. Kali ini aku tidak akan bercerita mengenai renovasi rumah. Aku mau melanjutkan cerita di awal tahun yang sempat tertunda; Buku yang Aku Baca di Tahun 2020; Sebuah Pencitraan

Oke, karena sesuai judulnya, pencitraan. Aku mau share buku apa aja yang telah aku baca. Tapi yaa sekedar dibaca saja. Banyak dari buku berikut belum selesai dibaca. Banyak sebab dan banyak faktor eksternalJadi tujuan postingan kali ini adalah biar keren-kerenan aja.. ~


Bahagia Merayakan Cinta


Buku ini ditulis oleh Ustadz Salim A. Fillah. Nampaknya, beliau juga seorang kader parpol yang sama seperti Kang Abik, partai tertentu sejahtera (lihat postingan sebelumnya). Buku ini menceritakan tentang bagaimana pernikahan dalam sudut pandang Islami. Mulai dari persiapan sebelum menikah dan apa yang akan dilakukan setelah menikah.

Menariknya, buku ini bercerita mengenai hal teknis. Betul-betul teknis. Dan jujur saja, itu yang membuatku agak risih dan tidak nyaman. Fikiranku jadi "travelling" kemana-mana, hahaha.
Kenapa bisa? Lihat saja, ini adalah daftar isinya.



Lihat pada bab mengenai malam pertama. Penulis menjelaskannya secara cukup gamblang. Maksudnya, kamu di malam pertama harus melakukan ini, kemudian begini dan begitu. Setelah itu lepaskan baju istrimu #eh.
Seorang jomlo seperti aku, yaa sudah pasti akan membayangkan apa yang tertulis di buku itu. Tapi baru bisa membayangkannya saja, tidak bisa melakukannya. Sedih syekali :((

Yaa, jadi begitu yaa teman-teman netizen-qu. Aku menghentikan bacaanku hanya sampai sampai bab malam pertama. Kapan-kapan aku akan melanjutkan baca buku ini jika memang sudah benar-benar akan siap untuk menikah. Hiiihi.


Sang Pangeran dan Janissary Terakhir


Buku ini juga ditulis oleh Ustadz Salim A. Fillah. Menariknya, ini adalah novel pertama beliau. Sebab sebelumnya Ustadz Salim hanya menulis tentang pengembangan diri atau self development dalam sudut pandang agama.

Novel ini adalah novel sejarah. Bercerita tentang Sultan Abdul Hamid, yang lebih dikenal sebagai Pangeran Diponegoro. Diceritakan pula ternyata Kesultanan Yogyakarta ada hubungan dengan Kekhalifahan Turki Usmani (Turki Ottoman). Pun di Yogyakarta saat itu, diutus para Janissary atau Yeniceri (pasukan tentara khusus) yang langsung dari Turki.

Well, sebab buku ini bertajuk novel sejarah. Tentu saja, terdapat bagian cerita yang berisi fiksi di dalamnya, yaa namanya juga novel.

Aku belum menyelesaikan bacaan ini karena bahasa dan cara penyampaian di buku ini terlalu "berat". Jadi, agak sulit bagiku sebagai orang awam untuk memahami isinya.


Muhammad Al-Fatih 1453


Sekira satu atau dua tahun sebelumnya, aku telah membaca buku ini. Namun di tahun 2020 mencoba untuk menbaca ulang buku ini (waopun belum selesai lagi). Kenapa aku memutuskan untuk kembali membaca buku ini? Sebab beberapa waktu lalu, Presiden Turki, Pak Recep Tayyep Erdogan memutuskan untuk mengembalikan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid setelah sebelumnya adalah museum (sejak zaman Pemerintah Sekuler Republik Turki oleh Mustafa Kemal Attaturk).
Fyi, sebelum menjadi museum, Hagia Sophia di masa Khalifah Turki Usmani merupakan masjid selama ratusan tahun, dan pernah menjadi gereja pula selama ratusan tahun sebelumnya di masa Pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur.

Buku ini bercerita tentang sejarah dari Sultan Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih. Seorang anak muda yang telah menjadi Sultan, saat berusia 21 (atau 23) tahun. Di usia semuda itu, beliau telah memimpin pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel yang berada di naungan Kekaisaran Romawi Timur.
Berbeda denganku yang di usia segini masih.... Eh, ralat. Jadi orang ga boleh iri hati dan rendah diri!

Kenapa Sultan Mehmed II dan Konstantinopel begitu istimewa bagi dunia Islam? Sebab ratusan tahun sebelumnya, sekitar tahun 600-an Masehi, Nabi Muhammad pernah berkata membawa bisyaroh (kabar gembira) bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan oleh sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan. Dan akhirnya, bisysaroh tersebut benar-benar terwujud setelah tahun 1453 Masehi.
Sultan Mehmed II memang seorang anak muda yang berkualitas. Sebab sejak belio akil baligh (pertama kali mimpi basah), selalu shalat wajib lima waktu berjama'ah, selalu shalat rawatib dan selalu shalat tahajud, tanpa pernah terlewat satu kali pun. Berbeda sekali dengan generasi muda hari ini, termasuk aku! Hikss :((

Jadi, siapa yang telah mengubah fungsi Hagia Sophia dari gereja menjadi masjid? Tentu saja jawabannya Sultan Mehmed II alias Muhammad Al-Fatih. Belio melakukannya ketika Konstantinopel resmi ditaklukkan.
Jika kamu mau protes terhadap fakta sejarah ini, yaa silahkan saja. Tapi jangan protes atau jangan tanyakan kepadaku kenapa sultan melakukan itu. Tanyakan saja kepada ahli sejarah.
Di zaman dahulu, (mungkin juga di zaman sekarang masih related), kebiasan orang ketika perang, terutama orang Turki adalah prinsip Winner takes all. Pemenang perang mengambil seluruh wilayah berikut propertinya. Jadi "sah-sah saja" ketika suatu bangunan dialihfungsikan menjadi bangunan lain. Pun juga ketika di Spanyol, di Cordoba (Qurthubah) misalnya. Ketika umat Islam mengalami kekalahan, masjid diubah menjadi gereja dan itu "sah-sah saja".

Oh yaa, terakhir. Penulis buku ini adalah Ustadz Felix Y. Siauw, seorang anggota ormas radickal, terlarang dan anti kebhinekaan.


Bincang Akhlak


Buku yang merupakan buah karya sastrawan Mesir kuno, seorang "ustadz" yang cukup fenomenal di jagat Twitter. Belio adalah Ustadz Jek. Silahkan meluncur ke akun Twitternya di @jek___. Aku yakin kamu akan mendapat banyak "hikmah" dari cuitan belio wqqowk.
Ini adalah contoh beberapa cuitan sang ustadz.




Dan ini adalah salah satu quote yang ada di buku tersebut. Benar-benar membincangkan akhlak, kan?



Rahasia Magnet Rezeki


Buku ini menguak "rahasia" bagaimana agar selalu mendapat rezeki. Sebenarnya, buku ini adalah materi training, dan penulisnya adalah sang trainer tersebut.
Aku membaca buku ini setelah ngobrol kepada "sahabat". Aku bercerita bahwa aku tak kunjung mendapat kerja alias jadi pengangguran terooos wowkwkwkw. Si doi meminjamkan buku ini, meminta aku membacanya agar pikiranku sedikit terbuka biar aku bisa menarik rezeki, katanya.

Menurutku bagus sih isi bukunya. Di bab-bab awal dikatakan kalau kita harus selalu positive thinking kepada  apapun yang terjadi kepada kita, apapun yang Allah kasih kepada kita. Ini adalah "rahasia" pertama.
Di bab-bab selanjutnya juga diberi "rahasia" kedua. Yakni kita harus banyak-banyak bersedekah. Oh yaa, tak lupa penulis memberi kisah nyata, setelah orang menjalankan rahasia tersebut, apa yang terjadi. Misal ada Pak X, selalu positive thinking, kemudian juga rajin bersedekah, hasilnya adalah bisnis yang awalnya bangkrut menjadi lancar jaya kembali.

Well, sebenarnya bagus penulisnya memberi rahasia seperti ini. Tetapi menurutku, itu bukanlah rahasia yang "pasti". Sebab ketika ada orang yang selalu berpikir postif, atau sering bersedekah, tidak otomatis bisnisnya menjadi lancar sih. Tetap ada peluang bisnisnya tetap seperti itu-itu saja.
Namun, aku bukan berarti orang yang anti dengan sedekah yaa!

Oh yaa, penulis dari buku ini adalah seorang yang bernama Nasrullah. Dari profil di halaman akhir buku dan dari apa yang dia tuliskan, aku bisa menarik kesimpulan. Bang Nasrullah adalah kader parpol yang sama seperti Kang Abik dan Ustadz Salim. Argumen lain yang memperkuat adalah, dituliskan bahwa beliau merupakan murid dari seorang guru yang ikhlas, Ustadz Dr. Mardani Ali Sera.
Btw, kalau kamu mengikuti perkembangan politik tanah air, Dr. Mardani adalah orang yang mencetuskan tagar #2019GantiPresiden dan #KamiOposisi.

Info terakhir yang hampir lupa. Beberapa waktu lalu ketika aku mengunjungi Gramedia, buku ini berjejer di top 10 buku paling laris.


Istri Kedua


Aku sudah pernah membahas buku ini dalam satu postingan khusus. Buku ini bercerita dari perspektif isitri kedua, yang saat ini mereka kerap kali dipandang sebelah mata.
Silahkan baca selengkapnya di sini; Ketemu Istri Kedua di Gramedia.

Dan lagi-lagi, menurut pengamatan sotoy-ku, penulis buku ini, Bunda Asma Nadia adalah kader parpol yang sama seperti penulis di atas yang telah aku sebutkan. Hiihi.


Groetjes uit Eindhoven


Buku ini aku dapatkan ketika dapat hadiah dari komunitas 1 Minggu 1 Cerita (1m1c). Tulisanku saat itu (Melawan Menteri) terpilih menjadi tulisan terfavorit mingguan, dan berhak atas hadiah buku ini. Tentunya, penulis dari buku ini adalah anggota komunitas juga, mbak Hafizatul Ismi.

Buku ini menceritakan tentang pengalaman pribadi Mbak Fiza dan keluarganya yang tinggal di Kota Eindhoven selama dua tahun, sebab suaminya mendapat beasiswa pascasarjana S-2 di sana.
Aku cukup terkejut ketika di bab awal buku ini bercerita sebelum keberangkatan, bahwa Mbak Fiza tinggal di kota Palembang yang berarti satu kota denganku loh, haha. Jangan-jangan, mbak Fiza adalah tetanggaku!

Mbak Fiza dalam buku ini bercerita dengan sangat baik. Jujur, aku seolah-olah membayangkan Kota Eindhoven ada di hadapanku. Merasakan disiplinnya orang Belanda, membayangkan bagaimana kampus dan gedung MetaForum TU/e, melihat anak-anak yang bersekolah di Tarieq Ibnoe Ziyad, dan sebagainya.

Dan, terakhir, lagi-lagi atas pengamatan sotoy-ku. Dari tulisan, cara penyampaian dan style berpakaian Mbak Fiza aku kembali menarik kesimpulan seperti para penulis sebelumnya. Mbak Fiza adalah kader parpol tertentu. Bener gak ya, mbak? Hehee..

Jika kamu mau beli buku ini, silahkan kontak beliau di instagramnya, @hafizatul_ismi.


TOEFL Preparation Book


Di tahun 2020, aku mengikuti kursus Bahasa Inggris. Maka buku pelajaran yang didapat dari tempat kursus, termasuk buku yang aku baca, kan. Haha!
Kenapa aku kursus Bahasa Inggris? Tentu saja untuk menghadapi debat kusir para SJW di Twitter, kalo debat mereka mesti sering campur Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Eh, tidak begitu lah. Canda doang.


Al-Qur`an

The real Pencitraan, baca Quran kok difoto!
(Walau rambut agak gondrong, baca Quran jangan sampai bolong!)

Ini adalah buku yang hampir sepanjang tahun dibaca. Tentu saja, kita sebagai umat Islam, pasti membaca Quran. Di tahun 2020, memang tidak setiap hari aku membaca Quran. Tapi di tahun 2021 ini, aku sedang berusaha keras agar setiap hari selalu membaca Quran, walau dalam keadaan sesibuk apapun! #Eaakk

***

Dalam postingan kali ini, aku mencba ikut challange dari Mbak Creamenojudulnya CR Challange #1 yang katanya setiap bulan akan ada, dan aku akan selalu ikut setiap bulan, insyaa Allah. 
Apa hubungannya dengan tulisan di atas? Tentu saja ada!

Aku mempunyai rencana untuk ke depan agar lebih meningkatkan jumlah bacaan lagi. Aku mau membaca lebih banyak buku lagi, dan dengen tema yang beda dan perspektif berbeda. Kalau kamu lihat dari berbagai buku yang telah aku jelaskan, kesemuanya punya satu tema besar. Islam.

Apa tujuannya? Aku ingin meng-improve pola pikirku dan pengetahuanku, agar aku punya "amunisi" untuk memenangakan debat di media sosial terutama Twitter, kemudian mengalahkan para kaum yang merasa paling open-minded!
EH INI RESOLUSI APAAN SIH -_- 

Yang kedua, buku terkahir yang aku jelaskan adalah Al-Quran. Aku bilang bahwa di tahun 2020 aku tidak membacanya setiap hari. Aku ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas waktu bersama Quran. Semoga saja tahun ini bisa full baca Quran setiap hari tanpa absen sedikit pun.
Oh yaa, aku buat gini bukan berarti aku gimana-gimana yaak. Cuma mau share ajakan kebaikan sama-sama. Siapa tahu, satu atau dua orang membaca tulisan ini, jadi ikut termotivasi juga. Boleh jadi pahala kebaikan buat aku. Lumayan, dikit-dikit buat menghapus dosa, dosa aku kayaknya sih udah banyak! :((

Share:

57 komentar

  1. Mas Dodo bacaannya bagus2, penuh ilmu semuaa..
    Btw, ngoming2 tntng sedekah, aku jg sering denger itu mas. Dan sudah membuktikannya sendiri. Sedekah sama sekali tidak mengurangi milik kita, malah membukakan jalan dan berbagai kemudahan..

    Semoga harapannya untuk dpt lebh banyak membaca, termasuk membaca Al Quran tercapai ya mas šŸ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo mbak Thessa. Semoga kita semua yaa bisa membaca kitabnya lebih banyak daripada sebelumnya :))

      Hapus
  2. Gimana dosanya nggak banyak kalau tujuan Dodo ingin memenangkan debat šŸ¤£šŸ¤£ berdebat kan bisa bikin orang kesal, kalau orang kesal = dosa(?) Wkwkwk

    Foto dan caption terakhir kocak banget, Do šŸ¤£. Ini baru yang namanya pencitraan šŸ¤£.

    Semoga resolusi Dodo di tahun ini bisa tercapai! Terutama resolusi ke-2 dalam hal mendekatkan diri padaNya. Aku dukung Dodo 100% šŸ’ŖšŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWKWKW šŸ˜‚šŸ˜‚
      tujuannya bukan buat orang kesal, tapi biar orang sadar #eh

      Hapus
  3. Bukumu keren2 Do... šŸ˜†
    Semangat Do buat bacaanya dan resolusinya..
    Semoga Tahun ini segala rencana dapat berjalan lancar. Yah semisal ada Halangan pun, semoga kamu bisa buat ngatasinnya..

    Doaku yg terbaik untukmu..šŸ˜

    BalasHapus
  4. Nggak apa-apa kalau pencitraannya ke arah kebaikan, siapa tau bisa jadi contoh bagi pembaca mas Dodo di luar sana, ya kan ya kaaan? šŸ˜ hehehehe, by the way, memangnya kader parpol bisa kelihatan dari cara menulisnya? Atau di dalam bukunya ada cerita bahwa beliau kader parpol, mas? Penasaran soalnya mas Dodo tau bangettt šŸ˜†

    Semoga ditahun ini, mas Dodo bisa improve hal-hal baik dalam hidup mas, dan bisa tercapai resolusinya. Pelan namun pasti, yaaa šŸ„³

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya bisa tahu cuma ke parpol tertentu aja mbak (PKS), sebab sudah bertahun tahun kenal sama mereka dan berinteraksi. Jadi udah tau pola pikir mereka karena rata-rata seragam pemikirannya hahaa

      Hapus
  5. Akkk Salim A Fillah!!! Aku suka sekali tulisan2 beliau, terutama yang bercerita tentang sejarah. Penyampaian dan pemilihan kata-katanya menurutku sungguh puitis dan romantis. Aku sampai ngefan banget dan bela2in kalau beliau datang ke Surabaya, aku pasti hadirin acara kajiannya.

    Tapi suer, aku belum tau buku yang pernikahan ini, cukup menggelitika ya isinya hahaha, Namanya juga ilmu Do, nggak harus langsung dipraktekin, yg penting tau dulu teorinya wkwkwk

    Semangat buat misi membaca di 2021, pasti bisa lah, 2021 masih lama kok, *menyemangati diri sendiri juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah keren mbak Kartika fans Ustdz Salim juga yaak.
      Sepakat sih kalo belio emang puitis sekali orangnya ehehe

      Hapus
  6. Buku bacaannya kelas berat dan bagus. Hebat dan keren. Selamat sore, Mas Dodo. Terima kasih telah berbagi. Salam kenal.

    BalasHapus
  7. Aku kok ngakak ya baca "ulasanmu" tentang buku pertama yang teknis2 itu. Yeah, maafkaeun aku klo ternyata sambil nulis komentar ini pun maaih tetap ketawa-ketawa. Bhahahaha!

    O, ya. Bagus semangat dan tekadnya untuk bamyak baca buku. Namun ingat, jangan lupa baca pula buku dari penulis yang kaunilai tak sevisi denganmu. Demi memperluas cakrawala pemikiran. Deal?


    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat.. Ini udah mulai cob baca buku dari pandangan yg beda loh mba heheh

      Hapus
  8. Habis baca artikel ini, langsung browsing google cari tahu arti kata janissary. Ini kali pertama saya dengar istilah ini.

    BalasHapus
  9. MasyaAllah keren, inget baca Al-Qur'an jgšŸ˜‚šŸ˜‚šŸ‘šŸ‘.

    Sukses utk tes TOEFL ya mas Joe..

    BalasHapus
  10. Eh buset keren-keren bukunya... Buku Bahagia Merayakan Cinta unik juga ya.. Akhh ada malam pertamanya juga..

    BalasHapus
  11. buku berkonsep sejarah cukup menarik perhatian..

    btw btw ini kolektor Ustadz Salim A. Fillah books dong

    BalasHapus
  12. Ngga nyangka loh ternyata mas Dodo penyuka buka genre 'berat', hehehe .. soalnya selama ini kalau dilihat dari tulisannya banyak kocaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Typooo, hahahaha ...

      Yang benar bukan buka , tapiii ...buku.

      Wadooh , betapa malu-ku
      (^_^惔)

      Hapus
    2. saya juga ga nyangka mas himawan bisa typo begitu sampai bikin dua komentar huehuehe

      Hapus
    3. saya juga tidak menyangka mas intan hahaa

      Hapus
  13. eh fokusku kok buku yang warna merah itu ya


    yang kata dicoret itu loh...trus abis itu bersambung nunggu bacanya oasbuda hari H hahahhahahah...e ciyus dek dodo...dibahase sedetil itu

    kan kakak mbul jadi pend bacaaaa hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kakak mbul alias mbak mbul, bisa beli di toko buku aja hahaa, silahkan hubungi penerbit Pro U media hahaha

      Hapus
  14. Sorry, mas... Komentar saya tadi tak hapus karena komennya gak nyambung šŸ˜‚. Jadi, ini kayak laporan tahunan tentang buku-buku yang udah dibaca, toh?!

    BalasHapus
  15. Dari kebanyakan buku yang dibaca, bisa aku simpulkan bahwa Dodo ini orangnya sangat religius sekali. Itu karena kebanyakan bacaannya bertema islami.šŸ¤­

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu cuma pencitraan doang, aslinya mah jauuuhhhh :((

      Hapus
  16. wah ngeri-ngeri bacaanya mas dodo, mungkin memang harus gitu, baca buku sekiranya yang ada manfaatnya, biar tambah pinter dan busa menambah wawasan hoho :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw mas domain my.id yang kamu pakei gratisan ya, entah tiap kesini koneksi internet gw jadi dikit lemot

      Hapus
    2. mah ga tau deh. Ga pake yg gratisan, ini mah beli kang hahaha

      Hapus
    3. oh beli tow, ya mungkin koneksi internet gw ya yang lagi down heheh :D

      Hapus
  17. aku baca sejarah al fatih malah dari penulis barat yang tulisannya roger crowly mas hehe
    tapi emang mehmed fatih itu luar biasa
    selain baca bukunya aku juga liat filmnya
    pas mau menyerang masih shalat berjamaah sama pasukannya
    merinding banget
    terus pas udah bisa naklukin hagia sofia ada adegan dia gendong anak ortodoks
    bagus banget kalau ngomongin sejarah jatuhnya konstantinopel
    taktiknya keren abis baik dari turki maupun byzantium


    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah, keren banget mas Ikrom. Iyaa, filmnya ada yaa, aku pernah denger sih. Kapan2 pen tonton deh

      Hapus
  18. Saya ampe senyum-senyum sendiri liat daftar buku bacaannya Si Dodo šŸ˜ nama-nama penulis dan judul bukunya itu udah gak asing lagi buat saya (meskipun saya belum pernah baca) kenapa, karena akun twitter dan salah satu akun IG saya timeline nya plus cuitannya emang kebanyakan dari anak-anak jaman millenial yang bisa dikatakan sedang menuju dan sudah "hijrah" (bahasa trennya sekarang), jadi buku-bukunya ini emang belom ada/blom ditulis dijaman saya pas seusia Dodo šŸ˜‚ dulu generasi saya mungkin nyebut hijrah itu "tobat" wkwkwk, tapi ngenes aja bacanya, kayak berasa dari lembah hitam yang penuh dosa banget itu kan yah hahaha..

    Nah pertanyaannya, apakah Dodo juga berasal dari lembah hitam ? hahaha.. Gak Ding, maksud saya, selaen buku ini apa Dodo juga baca buku laen, karena buku-buku ini emang udah tren di kalangan anak-anak muda setipe dengan Dodo. Dan sebagian besar buku-bukunya saya tau dari timelinenya Ust. Felix Siauw semua (yang setau saya dia kan orang Palembang juga) šŸ˜‚ bukan mentang2 dari kota yang sama, tapi emang ciri khas orang sini yang ngomongnya tajem dan blak blakan tapi jujur jadi setidaknya saya pahamlah, kenawhy šŸ˜‚šŸ˜…

    Oh ya, udah baca buku-bukunya Habib Husein Ja'far blom Do ? Kalo udah ntar di review Do, saya pengen beli tapi lebih enak minjem sih sebenernya, gratis wkwkwk šŸ˜‚šŸ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. haii mbak Rini, apa kabar nih :)
      Yaa, bisa dikatakan saya sedang berusaha mencoba untuk berlalri dari lembah hitam, walopun sesekali masih kadang terjatuh dari lembah itu sih :((
      mohon donya heeehe

      Kemudian, untuk habib husein ja'far, belum pernah baca bukunya. Tapi kalau video Yutub, sering nonton, apalagi konten pemuda tersesat dengan bang coki n muslim :D

      Hapus
  19. membaca dan membayangkan
    itu combo terhebat

    BalasHapus
  20. keren.... kebiasaan yang baik.
    lanjutkan ...
    Thank you for sharing

    BalasHapus
  21. Wahhh buku Bincang Akhlak haha... Itu buku pertama yang habis gue baca dan cepet banget selama 2020 kemarin, sumpah gue suka banget. Dari dulu nyari buku romance comedy akhirnya ketemu juga, walau engga romace banget tapi paling engga sedikit mengobati rasa rindu membca buku ala Radit dulu haha...

    Oiya kalau boleh saran beli box buku di Miniso mas. Engga sampai 100rb terus bisa didudukin juga fungsinya. Gue pakai itu dan jadi lebih rapih.

    Btw, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah di miniso ada yaa, mau coba cari deh. Tengkyu sarannya, mas

      Hapus
  22. Wahhhh lumayan banyak buku bacaan yang dibaca ditahun kemarin ya, terutama buku yang saya suka karya jek bincang akhlak itu juga bagus banget dibaca dan rencana mau beli buku selanjutnya yang baru dilkeluarkan olehnya..

    BalasHapus
  23. strateginya boleh juga nih.. mempelajari banyak literatur tentang islam, lalu memperdalam bahasa inggris. dua hal itu cukup sebagai modal melawan para sjw (over) open minded di twitter yang polanya memang ngomong campuran indo-english hahaha..

    BalasHapus
  24. Ngomong-ngomong pas nantinya kamu mencoba membaca buku dengan genre yang berbeda dan ternyata tidak cocok, it’s ok. Karena ya emang g semua buku cocok di kita.

    Cuman pas tahu tujuanmu buat berdebat di twitter, haiyaaaa... tepok jidat aja akooh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, bener jg mbak. Terkadang kita tidak bisa cocok dengan seluruh genre dan seluruh penulis.

      kemudian... untuk berdebat itu akooh becanda doang yaaak mbak pipit hahahaa

      Hapus
  25. hahahaha aku nunggu kelanjutan setelah bab malam pertama aja kak
    udah salfok sama isian bab nya :D
    buku mbak Fiza sepertinya menarik, apalagi kalau latar belakangnya adalah di luar negeri, rasanya kayak diajak traveling kesono juga

    BalasHapus
  26. Ternyata Dodo ini gemar membaca buku-buku tema berat.
    Ntar baca buku baru lagi ya terua sharing lagi di artikel. Jadi ntar pembaca nunggu review nya aja.. recommended nggak untuk dibeli dan dibaca.. heheeh

    BalasHapus
  27. Ah kan makin penasaran sama buku Muhammad Al-Fatih.. Btw salam kenal, Mas.. hehehehe..

    BalasHapus
  28. Hallo Kak, wah buku bacaannya didominasi dengan bacaan bernafaskan agama nih. Btw itu sampul novel dua istri, emang potonya timbul atau gambar 3 D sih? Yang kepikiran kok itu yaa

    BalasHapus